Jakarta- Hacker mungkin punya berbagai cara canggih yang bisa dilakukan untuk mengendalikan komputer korbannya. Tapi ternyata ada cara lain yang lebih mudah dan murah.
Beragam aplikasi jahat,botnet, malware atau sejenisnya sengaja diciptakan sebagai akses jalan masuk peretas nakal ke sebuah sistem, dalam hal ini bisa saja itu adalah sebuah komputer rumahan.
Membuat aplikasi tersebut tidaklah gampang, bahkan menuntut sumber daya yang cukup serius. Jadi memang hanya hacker kelas atas saja yang mampu mengerjainya. Sedangkan untuk peretas lainnya bisa membelibotnetdengan harga yang lumayan mahal.
Peneliti keamanan bernama Nicolas Christin membuat riset kecil untuk mengetahui seberapa peduli pengguna komputer terhadap sistem keamanan mereka. Hasilnya?
Dari 965 orang yang menjadi koresponden, hanya 17 di antaranya yang peduli akan keamanan komputer dengan menggunakan mesin virtual. Sementara sisanya dapat dengan mudah dikelabuhi.
Hasil survei tersebut menuliskan bahwa kebanyakan para pengguna komputer akan tetap menginstal sebuah aplikasi meski piranti lunak itu sudah diberi label berbahaya oleh sistem operasi. Padahal bisa jadi dalam aplikasi tersebut sudah disusupiscriptjahat untuk mengendalikan komputer.
Penelitian itu juga menyebutkan bahwa peretas sebenarnya sudah tak perlu lagi membeli bot, atau aplikasi sejenisnya dengan harga mahal. Mereka bisa saja secara langsung membujuk para calon korbannya untuk menggunakan jaringan atau aplikasi yang sudah dipersiapkan.
Hasil riset yang dilansir situsCarnegie Mellon University, dan dikutipdetikINET, Senin (16/6/2014), menyimpulkan bahwa kini membajak PC seseorang bukan saja lebih mudah, tapi bisa juga lebih murah karena rendahnya kepedulian pengguna terhadap sistem keamanan. http://m.detik.com/inet/read/2014/06/16/113539/2609111/323/semudah-inikah-membajak-komputer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar